DALANG KI NORTO SABDO .dgn lakon GATUTKOCO SUNGGING.mp3

by SHon on 04:35 AM, 17-Mar-12

Category: Ki Narto Sabdo

gatutkaca.jpg

Cerita ini dimulai dari kegundahan hati Prabu Duryudana karena ulah Raden Gatutkaca yang membangun pesanggrahan di tepi barat Padang Kuruksetra. Tindakan Raja Muda Pringgondani ini dianggap membahayakan posisi Prabu Duryudana, terlebih menghadapi perang Bratyuda. Oleh karena itu, Duryudana menghdirkan Prabu Baladewa guna diminta bantuan menyingkirkan Gatutkaca atau setidaknya meneken ruang gerak putra Wrekudara ini. Alih-alih mendapatkan bantuan dan dukungan dari Raja Mandura yang terkenal lugas Duryudana justru dipersalahkan dan dianggap tidak memiliki hak menghentikan Gatutkaca. Pesanggrahan yang dibuat oleh gatutkaca tidak berada di wilayah teritorial Hastinapura sehingga Duryudana tak memiliki kewenangan mengehentikan Gatutkaca. Tentusaja Prabu Duryudana kecewa (kalau tak boleh disebut marah) kepada Prabu Baladewa. Tapi apa mau dikata, secara wibawa jelas Duryudana berada diu bawah Baladewa. Pada saat bersamaan, datang seorang pendeta raksasa Begawan Nilayaksa. Dia memiliki seorang anak yang menjadi raja di Keraton Hawiyat bernama Prabu Pawakadewa. Hebatnya, Begawan Nilayaksa ternyata memiliki kesaktian dan pengetahuan yang tidak main-main. Pada pertemuan awal saja, dia bisa mengetahui sejarah hidup semua yanng hadir di pasewakan. Mulai dari Resi Durna, Prabu Baladewa dan Sangkuni. Nilayaksa menyatakan kesanggupannya untuk membantu Duryudana. Bakan saja menyingkirkan Gatutkaca tetapi juga mengawal Hastina menghadapi Baratayuda. Pernyataan Nilayaksa ini tentu menyinggung banyak fihak . Bukan hanya Baladewa yang tersinggung, tetapi juga Adipati Karna dan (bahkan) Pendhita Durna. Ada dua syarat yang diajukan Nilayaksa, yaitu meminta menikahkan puteri Hastinapura yaitu Dewi Lesmanawati dengan putera sang Begawan, yaitu Prabu Dewa Pawaka. Dan meminta tumbal “wong boga sampir” yaitu Ki Lurah Semar. Duryudana menyanggupi syarat ini. Maka segeralah diupayakan untuk menyingkirkan Gatutkaca dari pesanggrahannya di Padang Kurukhsetra. Seperti biasa, mendengarkan pagelaran Ki Nartosabdo kita bukan saja disuguhi alur cerita yang runtut dan menarik tetapi juga mendapatkan banyak hal baru di dunia pewayangan dan budaya jawa pada umumnya. Lihatlah pada jejer I. Dari dialog antara Nilayaksa dengan Duryudana saja kita sudah disuguhi serba singkat sejarah dan perjalanan hidup Pendhita Durna, Baladewa dan Adipatikarna. Oleh karena itu, membuat sinopsi dari cerita yang akan secara runtut dibawakan oleh Ki Narto Sabdho, sama saja akan melemahkan cerita yang sangat menarik ini. karenanya, langsung saja download file audio Gatutkaca Sungging berikut ini:

gatutkaca_sungging_01

gatutkaca_sungging_02

gatutkaca_sungging_03

gatutkaca_sungging_04

gatutkaca_sungging_05

gatutkaca_sungging_06

gatutkaca_sungging_07

gatutkaca_sungging_08

gatutkaca_sungging_09

gatutkaca_sungging_10

gatutkaca_sungging_11

gatutkaca_sungging_12

gatutkaca_sungging_13

gatutkaca_sungging_14

gatutkaca_sungging_15

gatutkaca_sungging_16

gatutkaca_sungging_17

gatutkaca_sungging_18

gatutkaca_sungging_19

gatutkaca_sungging_20

gatutkaca_sungging_21

gatutkaca_sungging_22

gatutkaca_sungging_23

gatutkaca_sungging_24

gatutkaca_sungging_25

gatutkaca_sungging_26

gatutkaca_sungging_27

gatutkaca_sungging_28

gatutkaca_sungging_29

gatutkaca_sungging_30

gatutkaca_sungging_31

gatutkaca_sungging_32

gatutkaca_sungging_33

gatutkaca_sungging_34

gatutkaca_sungging_35

gatutkaca_sungging_36

gatutkaca_sungging_37

gatutkaca_sungging_38

gatutkaca_sungging_39

gatutkaca_sungging_40

gatutkaca_sungging_41

gatutkaca_sungging_42

gatutkaca_sungging_43

gatutkaca_sungging_44

gatutkaca_sungging_45

gatutkaca_sungging_46

gatutkaca_sungging_47

gatutkaca_sungging_48

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images